INDOPOLITIKA.COM – Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) mulai melakukan sosialisasi terkait sistem seleksi masuk Perguran Tinggi Negeri (PTN) untuk 2021. Dalam sosialisasi itu terungkap, Jurusan keagamaan seperti yang berada dalam Madrasah Aliyah Negeri (MAN) tidak bisa mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2021.
Ketua Pelaksana Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Budi Widyobroto mengatakan, yang diizinkan mengikuti SNMPTN bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) hanya Program Studi (Prodi) umum, untuk yang lulus dari lulusan keagamaan atau Madrasah tidak bisa masuk.
“Artinya yang lulusan jurusan keagamaan tidak diizinkan, kita mohon maaf dan termasuk adik-adik yang berkaitan dengan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) jika memilih program studi harus dilihat betul,” ujar Budi dalam kegiatan Sosialisasi SNMPTN dan SNMPN Penerimaan Mahasiswa Baru 2021 seperti ditayangkan melalui Youtube Dirjen Jenderal Pendidikan Vokasi, dilansir redaksi, Senin (17/1/2021).
Budi menambahkan, termasuk juga persyaratannya itu diizinkan atau tidak. Jika dilihat program studi dari PTKIN disediakan dan ditawarkan baik untuk dipilih di SNMPN tidak ada program studi keagamaan.
“Beberapa teman-teman di PTKIN juga sering bertanya hal ini. Beberapa perguruan tinggi juga punya program studi keagamaan. Misalkan Bahasa Arab, Ekonomi Syariah. Kalau yang ada di perguruan tinggi, seperti di Uner ada prodi Ekonomi Syariah, UGM ada Bahasa Arab. Itu diizinkan adik-adik lulusan MA,” katanya.
Menanggapi pertanyaan itu, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Wikan Sakarinto menyarankan kepada siswa lulusan Madrasah untuk mengunjungi website perguruan tinggi masing-masing yang sesuai dengan lulusannya.
“Yang menentukan adalah perguruan tinggi masing-masing berdasarkan data yang diunggah. Dimasing-masing laman web perguruan tinggi ini juga dibuat aturan, dan standarnya,” ujar Wikan.
Untuk MAN ataupun MA, Wikan menambahkan, cukup banyak program studi yang disediakan. Maka silahkan kunjungi halaman web masing-masing perguruan tinggi karena sudah disediakan berbagai macam pilihan program studinya.
Kembali ke Budi Widyobroto, menurutnya LTMPT merupakan lembaga penyelenggaraan tes yang tetap, kredibel, proporsional, efisien, dan efektif. LTMPT membantu memfasilitasi para rektor di Indonesia untuk melakukan seleksi mahasiswa baru.
Ada tiga jenis tes yang dilakukan, yaitu Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dan Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN). Prinsipnya, kata dia, tak ada perbedaan signifikan terkait persyaratan sekolah yang berhak ikut maupun proses seleksi.
LTMPT bakal mengacu Data Pokok Pendidikan (Dapodik) serta Pusat dan Informasi (Pusdatin) untuk menentukan kuota sekolah dan sebagainya. Budi berpesan agar sekolah segera mengecek lagi status pendataan mereka di Dapodik maupun Pusdatin. [rif]
Sumber: Indopolitika.com





