Tumbuhkan Budaya Literasi, Enos Akan Gerakkan TBM, Perpustakaan Keliling Hingga Wifi Gratis

  • Whatsapp

OKU Timur – Dalam rangka meningkatkan semangat baca dan mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM), H. Lanosin Hamzah atau yang akrab disapa Enos, kembali menyampaikan komitmennya untuk menggalakkan gerakan literasi di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur). Menurut pria yang bakal maju sebagai calon Bupati di Pilkada OKU Timur ini, penggalakan gerakan literasi merupakan bagian dari upaya menghidupkan minat baca masyarakat, menghilangkan buta huruf, dan menambah wawasan secara luas.

“Gerakan literasi di masyarakat harus digalakkan, apalagi saat ini sudah didukung dengan teknologi yang canggih. Masyarakat harus bisa mengakses informasi dan pengetahuan dengan mudah,” jelas Enos, saat diwawancarai awak media di rumah singgahnya di Desa Pujorahayu, Kecamatan Belitang, Minggu (3/05).

Read More

Lebih lanjut, adik kandung Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru ini menjelaskan, untuk menghidupkan dan membangkitkan budaya literasi pihaknya akan menggalakkan berbagai program yang bersentuhan langsung dengan masayarakat. Ia pun memaparkan, gerakan Taman Baca Masyarakat (TBM) dan Perpustakaan Keliling (Perpuskel) menjadi bagian dari sarana penggerak budaya literasi. TBM misalnya, harus hidup di setiap dusun. Para tokoh akan didorong untuk membangun dan memiliki taman bacaan yang biasa diakses warga. Di kantor Desa harus ada taman bacaan dan didukung dengan fasilitas wifi gratis serta koleksi buku yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Selain TBM, lanjut Enos, keberadaan Perpustakaan keliling untuk mendekatkan bahan bacaan atau buku kepada masyarakat. Layanan ini harus dilakukan untuk menyasar seluruh wilayah di OKU Timur. Tentu secara bertahap kita harus tersedia armada yang cukup agar sebaran perpuskel merata sampai pelosok.

“Perpuskel dengan fasilitas melekat wifi gratis merupakan bagian dari pelayanan perpustakaan umum yang mengunjungi pembaca dengan menggunakan kendaraan baik ke sekolah hingga pededesaan. Dengan demikian masyarakat lebih mudah untuk belajar dimanapun dan kapanpun dengan failitas yang ada,” tegasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *