Sering Diserang Lawan, Lanosin: Tidak Perlu Terpancing, Kita Semua ini Saudara

  • Whatsapp

Genderang Pilkada di Kabupaten Ogan Komering Uku Timur (OKU Timur) 2020 telah ditabuh. Tensi politik pun semakin memanas, Sejumlah kandidat selain sudah menyiapkan visi misi dan program unggulan untuk kampanye, mereka pun sudah mempersiapkan perangkat tim pemenangan sampai level bawah.

Pantauan media sampai hari ini, Pilkada OKU Timur diwarnai keriuhan pergerakan dan kegiatan antar kandidat di lapangan. Tidak hanya itu, “perang” terbuka antara tim sukses dan relawan simpatisan pun sudah menjadi pemandangan harian di beranda sosial media.

Read More

Menanggapi hal tersebut, salah satu kandidat calon Bupati OKU Timur H Lanosin saat dimintai keterangan terkait serangan lawan di media sosial kepada dirinya, dia menyampaikan bahwa hal tersebut merupakan hal yang yang wajar dalam tahun politik seperti saat ini. Namun, pria yang kerap disapa Enos ini, selalu mengimbau dan menyerukan kepada tim pemenangan atau relawannya untuk tidak terprovokasi isu-isu yang berbau meyerang dan cenderung melemahkan salah satu kandidat.

“Kita harus tetap berfikir positif, tidak perlu terpancing atau terprovokasi. Ingat persatuan itu yang utama. Kita semua ini adalah saudara, jadi dalam Pilkada ini kita Fastabiqul Khoirot saja. Pilkada itu hanya digelar sewaktu-waktu sementara bersaudara itu selamanya,” kata Enos, di kawasan Belitang, Sabtu (30/05).

Enos menambahkan, bahwa hajat politik Pilkada hanya lima tahun sekali. Kerena itu, adik kandung Gubernur Sumsel Herman Deru ini mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga persatuan. Karena semua kandidat pasti punya cita-cita untuk memajukan OKU Timur.

“Jika ada lawan siapapun yang menyerang kita, mohon untuk bersabar dan tidak perlu ditanggapi berlebihan. Kita senyumi saja,” jelasnya.

Sementara itu, Husnul Chotimah dari Kelompok Diskusi Demokrasi Digital Sumsel (KoDDeS) meyampaikan, berdasarkan penelusuran timnya, memang kalau dalam Pilkada ada beberapa akun media sosial yang kerjanya menyebar berita fitnah dan sengaja menprovokasi pihak tertentu. Bahkan, menurut Husnul, jika diperiksa dan ditelusuri isi status dan komentar akun sosial medianya terdapat kesamaan pola yakni menyerang kontestan yang punya potensi menang tinggi.

“Patut diduga ini kerja sistematis pihak yang berafiliasi dengan pembayarnya atau pendukung calon tertentu. Dari sudut pandang demokrasi digital, tidak ada kaidah yang dipakai sama sekali,” kata Husnul.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *