Kejagung Tetapkan Eks Gubernur Sumsel Alex Noerdin Tersangka, Diduga Gegara Kasus Ini

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan mantan Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembelian gas bumi oleh BUMD Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumatera Selatan.

Selain Alex, penyidik juga menetapkan mantan Komisaris PDPDE Sumatera Selatan Muddai Madang sebagai tersangka.

Read More

“Tim penyidik meningkatkan status tersangka untuk AN dan MM dengan dikeluarkannya surat perintah penyidikan direktur penyidikan jaksa umum dan tindak pidana khusus,” kata Leonard Eben Ezer Simanjuntak ,Kapuspenkum Kejagung dalam konferensi pers Kamis (16/09/2021).

Kemudian Alex akan menjalani hukuman 20 hari penjara. Alex akan ditahan di Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Cipinang pada 16 September 2021

Dalam kasus ini, Alex Noerdin, mantan Gubernur Sumatera Selatan, dijerat pasal 2(1) dan Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 dan disahkan dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan dan tambahan untuk mengubah UU 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sehubungan dengan Pasal 55 (1) sampai dengan (1) KUHP.

Dan Pasal 3 Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, diubah dengan Undang-Undang No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Hukum Pidana.

Seperti diketahui, hari ini Kamis (16/9/2021), Alex diperiksa tim penyidik ​​Kejaksaan Negeri (Kejagung). Alex diperiksa penyidik ​​atas dugaan korupsi pembelian gas bumi BUMD Perusahaan Pertambangan dan Energi Daerah (PDPDE) Sumsel 2010-2019

Kejaksaan Agung (Kejagung) sebelumnya telah menetapkan dua tersangka dugaan korupsi pengadaan gas bumi oleh Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumsel. Dalam hal ini, negara mengalami kerugian sebesar 30,2 juta dolar AS.

Tersangka saat itu adalah A Yaniarsyah Hasan Direktur PT DKLN tahun 2009, dan Caca Isa Saleh S sebagai Direktur PDPDE Sumsel Tahun 2008 yang juga menjabat Direktur PDPDE Gas pada tahun 2010. Kejagung kemudian melakukan penahanan kepada keduanya selama 20 hari terhitung sejak tanggal 8 September 2021 hingga 27 September 2021.

“Berdasarkan surat perintah penyidikan direktur penyidikan Jampidsus menetapkan tersangka atas nama tersangka AYH kemudian, surat penetapan tersangka untuk CISS,” kata Leonard Eben Ezer Simanjuntak ,Kapuspenkum Kejagung dalam konferensi pers virtual, Rabu (8/9/2021). [asa]

Sumber: Indopolitika.com

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *