Bupati Banyuasin vs Wanita Ngaku Istri Kedua Makin Panas! Begini Kelanjutanya Usai NY Lapor Polisi

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Bupati Banyuasin, Askolani Jasi tak tinggal diam usai dilaporkan Nova Yunita (42) yang mengaku sebagai istri kedua sang bupati.

Melalui kuasa hukumnya, Askolani disebut akan mengambil langkah tegas terhadap NY jika tak segera mencabut laporanya di SPKT Polda Sumsel. Askolani melayangkan somasi kepada NY 2×24 jam terhitung Selasa (2/8/2022) untuk segera mencabut laporanya.

Read More

Kuasa Hukum Askolani Dedi Irama dalam keterangannya kepada awak media di kantor hukum Indonesia Justice Law Firm, Selasa siang mengatakan, apa yang dilaporkan NY terhadap klienya merupakan fitnah.

“Jelas, laporan yang dibuat NY itu tidak mendasar dan sungguh-sungguh fitnah, dan kami selaku kuasa hukum melayangkan somasi 2 X 24 jam untuk mencabut laporan. Dan jika tidak, kami akan melaporkan kasus pencemaran nama baik ke polisi,” tegas Dedi kepada awak media.

Dedi menjelaskan, perkawinan antara Askolani dengan pelapor NY dengan status perkawinan siri pada tahun 2014 tak berjalan lama. Pasalnya, di tahun 2015, Askolani menceraikan NY.

“Kami ada dokumen pada Maret 2015 berupa surat pernyataan bahwa bercerai dengan materai yang tandatangani klien kami dipegang oleh NY,” terang Dedi.

Selain itu, pihaknya juga memiliki bukti laporan KPAI Jakarta yang jelas menyatakan antara keduanya sudah bercerai.

“Dengan bukti ini kami juga membantah tudingan bahwa klien kami menelantarkan seorang anak jika flashback, di akhir 2015 saudara NY akan melahirkan seorang anak. klien kami membantu dengan memberikan uang 20 juta rupiah untuk persalinan,” katanya.

Bahkan anak tersebut lahir, kata Dedi, kliennya masih memberikan uang nafkah untuk anak NY tersebut.

“Ada Rp4 hingga 10 juta ditransfer setiap bulannya, namun Maret 2019 tidak lagi diberikan dengan alasan di tahun itu waktu Pilkada Banyuasin, NY itu melakukan kampanye hitam di sosial media terhadap klien kami,” tambah Dedi.

Bahkan terkait buku nikah yang dikeluarkan oleh KUA Kertapati Palembang menurutnya terdapat pemalsuan data.

“Tanda tangan klien kami beda. Setelah kami lakukan upaya hukum ke PTUN, Alhamdulillah dengan nomor putusan 44/G/2021/PTUN.PALEMBANG, memutuskan dengan amar putusannya 25 Agustus 2021 mengabulkan gugatan,” tuturnya.

Dedi menambahkan, hingga saat ini baik kliennya atau keluarga besar  Askolani cukup terganggu dengan laporan yang dilakukan oleh NY.

Diberitakan sebelumnya, NY melaporkan sang bupati lantaran diduga telah menikah lagi dengan wanita lain tanpa seizin dirinya selaku istri sah. Dan Belakangan ini menurut NY, suaminya tak lagi memberi nafkah kepadanya.

Menurut NY, dirinya terikat pernikahan secara resmi pada pada tahun 2014 yang lalu dikeluarkan oleh salah satu KUA di Palembang.

Bahkan, dari hasil pernikahannya itu, NY dan AS sudah dikaruniai seorang anak laki-laki yang saat ini berusia tujuh tahun. [Red]

Sumber: Indopolitika.com

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.